Sholat versi Pekok
Gue ini guru, kadang kadang suka nganehin, karena gue gak suka sikap kaku tipikal guru jadul.
Walau aneh toh ada guru masih muda sikapnya jadul kaku kampungan menurutku. Gue gak mau gitu.
Waktu ngajar gue stel musik di laptop biar asiik, namun tak terasa waktu berlalu masuk waktu dzuhur , adzan terdengar... seorang siswi menegurku, sebut aja namanya Siti Tukulwati, karena bibirnya mengingatkan akan presenter kondang itu. Aku tak tersinggung, kumatikan lagu itu serta merta.
Waktu berlalu pelajaran usai kubenahi laptop buku buku, tak sengaja kuperhatikan anak yang menegurku, yang seharusnya dia sudah berangkat sholat ke mushola buat sholat.
"Kamu gak sholat Siti...??"..."ehhmm anu Pak sebentar lagi..." Sementara waktu sudah berjalan dan akupun berniat langsung sholat selesai berbenah.
Lantas aku berfikir rupanya semangat kita mengingat Kan orang begitu tingginya melupakan diri sendiri. Atau jangan jangan kuat bersemangat mencari salah orang.
Akhir February
Sholat versi Pekok (Lanjutan)
Suatu hal yang agak lucu juga terjadi, sewaktu aku duduk duduk dengan mereka yang kukenal cukup alim dalam agama, dan mulutnya selalu komat kamit di dalam kesendiriannya - aku gak tau dia apa dzikir apa menghafal sesuatu- gak jadi urusanku. Dia itu kulihat orang "baik" lah , aku berbaiksangka aja. Kami duduk di meja ngobrol ngalur ngidul, tiba saatnya si bapak ini mohon diri sembari berujar "pulang dulu, mau sholat dzuhur," sementara waktu dzuhur udah sekitar satu jam setengah berlalu, tapi buatku itu gak masalah karena masih ada waktu. Yang terasa mengganjal di akhir kalimatnya dia bilang,"Ente (sembari nyebut namaku) sudah sholat, saya tadi kencing ,"
Dalam hatiku kalo kencing ya cebok aja, lantas ambil wudhu sholat aja di tempat kita ngobrol kan ada yang bersih juga...??? Dan kenapa juga musti menyinggung namaku...??? Apa karena ingin menutup malu karena sering berkomat kamit namun telat sholat lantas shift the blame on someone alias cari salah orang. Tapi mungkin disitu semangatnya.
Suatu ketika kami berkumpul seperti biasa layaknya jam istirahat , duduk ngopi sembari ngudut menikmati gorengan yang itu ke itu lagi tanpa variasi namun tetap dimakan entah sekedar iseng apa lapar buat mengganjal perut. Si "Bapak Komat Kamit" menyinggungku lagi tentang masalah identitas, sepele aja sebenarnya identitas yang dimaksud adalah aku berada pada keorganisasian agama yang mana dalam bingkai Islam, "kan ini pertanyaan dungu." Kusebut dungu, karena sebegitu besarnya keinginan tahu mereka aku berafiliasi kemana. Mereka sebut aku "tidak jelas" yang pasti mereka adalah orang orang dungu sebegitu besarnya ingin mengetahui wilayah privacy orang.
Apa Nabi yang sering kita bikin acara maulid pernah menyarankan kita masuk pada organisasi tertentu, pasti jawabannya tidak. Apa Nabi pernah menyarankan kita harus masuk salah satu mazhab yang ada......ada gak!!!!!!!!!
Jelas ini mengganggu keakraban kita bergaul, bahkan mengganggu keakraban kita bergaul dengan sesama anak bangsa (aku pinjam istilah Rocky Gerung). Bahkan dengan sesama agama yang sama kita jadi saling curiga.
Aku jadi berfikir ini hasil sholat apa hasil komat kamit.
Awal Maret pagi pagi ini dihiasi dengan hujan, kelihatan khalayak ramai sibuk berangkat ke kantor melengkapi diri dengan jas hujan, payung dan segala peralatan yang melindungi diri dari hujan, plus tak lupa memakai masker kaerena dihantui virus Corona. Sama dengan orang orang akupun bergegas untuk melaksanakan tugas, walau hujan sudah menghiasi hari. Kupacu kenderaanku bergelut dengan jalan licin dan padat dan sarat kenderaan. Cilaka gumamku sampai di tempat sudah terlambat tiga menit pintu sudah dikunci. Rupanya Dewi Durgandini begitu bersemangat hari ini izin masuk tidak diberikan, mungkin sang Dewi tadi malam habis tahajjud.
Tak seperti biasanya Dewi Durgandini bersikap seperti ini, karena sehari harinya dia juga gak begitu tertarik dengan tugasnya. Ini bisa dibuktikan sewaktu Margaret Tatcher datang menginspeksi dia tidak ada di tempat, begitu ketemu dengan beliau si Margareth Tatcher dia berkilah saya lagi ritual di rumah. Sontak saja pernyataan atau balasan ini membuat murka bunda Margaret Thatcher. Beliau Margareth Tatcher berkata..." Dewi kau bisa lakukan itu disini kenapa mesti di rumah." Dewi Durgandini hanya mampu tersipu malu ....iya kalau dia punya malu.
Jumat, 28 Februari 2020
Kamis, 27 Februari 2020
KEPALA MAJAL
KEPALA MAJAL
Apa gue gak boleh menghayal
Apa anak anak gue gak boleh terkenal
Emang anak anak gue anak bebal
Kagak jal
Elu yang palanya majal
Dimana elu waktu ada pembagian otak jal
Otak elu emang ada jal
Cuma isinya ada batu mengganjal
Jangan jangan otak lu gompal
Anak anakku bikin sesuatu yang gempar
Membuat sesuatu yang fenomenal
Elu kaget dan mental
Harusnya elu malu jal
Apa kemampuanmu, kecuali mual
Disaat ada kesempatan ada elu merasa sial
Awal ku berkhayal
Suatu ketika anak anakku akan terkenal
Kuyakin ada Wulan Padi setelahnya
Kuyakin ada Firsa Besari nantinya
Kupercaya ada JS Khaireen
Aku optimis anak anakku menjadi mereka
Minggir lah elu pala oval
Elu bisa bikin apa jal
Paling elu tinggal menunggu buah jatuh.
Selasa, 25 Februari 2020
Buruknya budaya membaca membuat orang orang kada sulit untuk memahami suatu persoalan, yang ujung ujungnya suka berakhir dengan konflik tatklala memahami sesuatu. Apalagi ditambahi dengan berita berita bohong.
Persepsi orang orang besar atau yang merasa besar di sekelilingku tergantung siapa yang membisik. Mereka yang membisiki mirip atau pas sekali dengan surat An Naas, bukan dari kalangan jin tapi dari kalangan manusia. Kalau orang Medan bilang orang orang seperti ini disebut "tukang angkat telor", malah lebih kasar lagi tukang angkat "biji" sang majikan.
Padahal tempat mereka berkhidmat itu besar besar banget juga tidak, maka menjadi heran kok sampai segitunya mereka menjilat sampai ingin menghancurkan orang. Tapi kupikir bodo amat dah....egp aja atau emang gua pikirin.
Sebut sajalah tempat berkhidmat itu adalah padepokan kebenaran, yang dulunya orang perhatikan juga tidak, kalau tidak mau disebut tidak dipandang sebelah mata.
Repotnya
Persepsi orang orang besar atau yang merasa besar di sekelilingku tergantung siapa yang membisik. Mereka yang membisiki mirip atau pas sekali dengan surat An Naas, bukan dari kalangan jin tapi dari kalangan manusia. Kalau orang Medan bilang orang orang seperti ini disebut "tukang angkat telor", malah lebih kasar lagi tukang angkat "biji" sang majikan.
Padahal tempat mereka berkhidmat itu besar besar banget juga tidak, maka menjadi heran kok sampai segitunya mereka menjilat sampai ingin menghancurkan orang. Tapi kupikir bodo amat dah....egp aja atau emang gua pikirin.
Sebut sajalah tempat berkhidmat itu adalah padepokan kebenaran, yang dulunya orang perhatikan juga tidak, kalau tidak mau disebut tidak dipandang sebelah mata.
Repotnya
Senin, 24 Februari 2020
KATA KATA MUTIARA KHALIL GIBRAN
- Cinta itu burung yang indah, yang mengemis untuk ditangkap tapi menolak tuk dilukai. [Kahlil Gibran]
- Orang-orang optimis melihat bunga mawar, bukan durinya. Orang-orang pesimis terpaku pada duri dan melupakan mawarnya. [Kahlil Gibran]
- Jika hatimu adalah sebuah gunung berapi, bagaimana bisa kamu mengharapkan bunga untuk mekar? [Kahlil Gibran]
ULASAN OPUNG GERONIMO
Cinta itu produk Allah Swt dilandasi dengan kesucian. Cinta itu abstrak dia ingin orang menggapainya, mengejarnya dengan kesucian juga. Dia tak dapat digapai , tidak dapat diraih dengan ketulusan. Cinta hakiki adalah cintanya Allah Swt hanya dapat digapai dengan sikap ketundukan rukuk dan sujud mengikuti kemauan si Pemilik Cinta.
Cinta Rabb tak dapat diraih dengan noda dan kekejian.
Selasa, 04 Februari 2020
SAJK ORANG LAPAR
kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
o Allah !
burung gagak menakutkan
dan kelaparan adalah burung gagak
selalu menakutkan
kelaparan adalah pemberontakan
adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
adalah mata air penipuan
adalah pengkhianatan kehormatan
seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tanah
karena kelaparan
kelaparan adalah iblis
kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
o Allah !
kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
o Allah !
kami berlutut
mata kami adalah mata Mu
ini juga mulut Mu
ini juga hati Mu
dan ini juga perut Mu
perut Mu lapar, ya Allah
perut Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
o Allah !
betapa indahnya sepiring nasi panas
semangkuk sop dan segelas kopi hitam
o Allah !
kelaparan adalah burung gagak
jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga Mu.
oleh : WS RENDRA
KOMENTAR
Nama: siti hamdah
kelas: X IIS 1
bagaimana para penguasa menekan masyarakat nya agar tunduk terhadap penguasa nya, hawa nafsu para penguasa yang ingin menjaga harga diri dan menaikkan membuat para masyarakat yang dibawahnya menjadi takut sehingga mengorbankan harga dirinya demi para penguasa tersebut.
Nama: yulia prastika
kelas: X MIA1
puisi menceritakan tentang orang orang yang lapar akan kekuasaan kedudukan atau pun tahta. mereka rela melakukan apa saja untuk menggapai apa yang mereka ingin kan. bahkan mereka menekan orang orang miskin atau bawah mereka dengan menyogok mereka untuk mendukung apa yang ia ingin kan. bahkan kelaparan ini terjadi bisa dengan sendiri nya terjadi karna hawa nafsu dari diri mereka sendiri.
Nama: keisha azma fadela
kelas: X IIS 1
puisi ini ceritain orang yang kelaparan yang diibaratkan orang yang jahat.menurut saya orang jahat itu orang yang ga punya tujuan hidup sampe orang-orang banyak yang takut sama orang jahat itu.jadi sampai mereka sadar mereka bilang sama buat berhenti menghalangi hal-hal yang dilakuin.mereka pengen hidup bebas.
Nama: Nadila Eka Puspita
Kelas: X Mia 2
puisi ini menceritakan tentang lapar akan kehormatan yang ingin ia dapatkan dan orang-orang kalangan bawah yang kena imbasnya akan kelaparan seseorang yang ingin kehormatan.
Nama: Fany Aderia
Kelas: X Mia 1
Puisi ini memperumpamakan atau pun menggambarkan bagaimana kehidupan dari seorang pemimpin dan bagaimana sang puitis menyuarakannya sebagai rakyat .
Banyak dari pemimpin (BURUNG GAGAK) yang tidak ingin kehilangan kekuasaannya atau pun ketidakpuasan dengan yang ia dapatkan sekarang (KELAPARAN) sehingga membuat mereka menjadi seorang yang tertutup awan hitam atau tak mempedulikan hal apapun dan semuanya diluapkan atau diimbaskan kembali kepada rakyat.
Nama: Alya Az-Zahra
Kelas: X Iis 1
puisi ini menceritakan tentang orang kaya yang memiliki rasa lapar akan kekuasaan sehingga mereka semua memakan rakyat miskin yang tidak bersalah. Dan menjadikan rakyat miskin sebagai penjahat yang sesungguhnya
Sabtu, 30 November 2019
PERANG BANU QURAIDLAH
Disebutkan dalam Ash-Shaihain bahwa ketika Nabi saw kembali dari Khandaq, tidak lama meletakkan senjata dan mandi Jibril datang kepadanya lalu berkata : " Apakah kamu sudah meletakkan senjata? Demi Allah kami belum meletakkannya. Berangkatlah kepada mereka!" Nabi saw lalu bertanya, "Kemana ?" Jibril menjawab, " Kesana,"seraya menunjuk ke arah perkampungan Banu Quraidlah. Kemudian Nabi saw berangkat mendatangi mereka.
Nabi saw memerintahkan kaum muslimin supaya tidak seorangpun di antara mereka melaksanakan shalat ashar kecuali sudah sampai di Banu Quraidlah. Di tengah perjalanan tibalah waktu shalat ashar. Sebagian berkata ,"kami tidak akan shalat sehingga kami sampai di sana." Sebagian yang lainnya berkata ,"kami akan melakukan shalat. Karena bukan itu yang dimaksud Nabi saw."
Kemudian mereka melaporkan kejadian itu kepada Nabi saw, tetapi beliau tidak mengecam atau menegur terhadap salah seorang pun di antara mereka.
Rasulullah saw mengepung Bani Quraidlah yang bertahan di benteng benteng mereka selama 25 malam, ada yang mengatakan selama 15 hari,sampai mereka menyerah dan Allah Swt melemparkan rasa takut ke dalam hati mereka.
Ibnu Hisyam meriwayatkan bahwa Ka'ab bin Asad berkata kepada orang Yahudi, karena Rasulullah saw tidak mau beranjak meninggalkan mereka , " Wahai kaum Yahudi , kalian bisa melihat sendiri apa yang telah menimpa saudara kalian, saya tawarkan tiga alternatif, ambillah yang kalian suka. " Mereka bertanya , " Apa itu ?" Ka'ab menjelaskan, "kita mengikuti Muhammad dan membenarkannya, karena demi Allah tentu telah jelas bagi kalian bahwa dia adalah seorang Rasul yang telah diutus dan kalian pun dapat menemukan dalam Kitab suci kalian.Tentu nyawa kalian, hak milik kalian, kaum wanita kalian dan anak anak kalian akan selamat."
Mereka menjawab, "Kami tidak akan melepaskan hukum hukum Taurat." Ka'ab lalu berkata, "bila kalian tidak mau menerima usulan ini, marilah kita habisi nyawa istrik dan anak anak kita lalu kita hadapi Muhammad dan para sahabatnya dengan pedang terhunus, kita tinggalkan beban yang memberati kita, sampai Allah Swt memutuskan putusan-Nya antara kita dan Muhammad. Bila kita binasa binasalah dan kita tidak meninggalkan anak anak yang merana. Bila kita menang , kita bisa kawin lagi dan akan beranak pinak."
Mereka menjawab , 'Apakah dosa makhluk makhluk kesayangan ini ?"Ka'ab berkata lagi , " bila kalian juga menolak usulan ini , maka malam ini adalah malam Sabtu (Sabbat = hari suci bisa juga hari istirahat tidak dibolehkan bekerja), bisa jadi Muhammad dan para sahabatnya merasa aman dari gangguan kita, karenanya marilah kita turun mungkin kita bisa menyergap mereka dengan tiba tiba."
Mereka berkata;" Haruskah kita mengotori hati Sabbat dan melakukan apa yang dilakukan oleh otang orang sebelum kita yang kemudian dijadikan kera?"
Ka'ab terus berujar ;" Tak seorang pun di antara kalian sejak lahir kalian, yang bisa melewati satu malam untuk memecahkan masalah yang seharusnya."
Mereka menjawab , 'Apakah dosa makhluk makhluk kesayangan ini ?"Ka'ab berkata lagi , " bila kalian juga menolak usulan ini , maka malam ini adalah malam Sabtu (Sabbat = hari suci bisa juga hari istirahat tidak dibolehkan bekerja), bisa jadi Muhammad dan para sahabatnya merasa aman dari gangguan kita, karenanya marilah kita turun mungkin kita bisa menyergap mereka dengan tiba tiba."
Mereka berkata;" Haruskah kita mengotori hati Sabbat dan melakukan apa yang dilakukan oleh otang orang sebelum kita yang kemudian dijadikan kera?"
Ka'ab terus berujar ;" Tak seorang pun di antara kalian sejak lahir kalian, yang bisa melewati satu malam untuk memecahkan masalah yang seharusnya."
Selasa, 26 November 2019
PENGUSIRAN ORANG ORANG YAHUDI BANI NADLIR
Terjadi pada bulan Rabi'ul Awwal tahun keempat Hijri.
Ibnu Sa'ad meriwayatkan bahwa Rasulullah saw keluar pada hari Sabtu, lalu sholat di masjid Quba' bersama beberapa orang sahabatnya dari kaum Anshor dan Muhajirin. Kemudian Rasulullah saw. mendatangi orang orang Yahudi bani Nadhir untuk diminta bantuan mereka membayar diyat (tebusan ganti rugi) kepada keluarga dua orang Bani Kilab yang dibunuh secara tidak sengaja oleh 'Amir bin Umaiyyah Adh-Dhamiri. Kedua orang yang terbunuh itu sebelumnya telah mendapatkan jaminan perlindungan dari Rasulullah saw. Dalam pada itu antara Bani Nadlir dan Bani Amir terjalin ikatan persahabatan (persekutuan) , sebagaimana oleh Ibnu Ishq dan lainnya.
Orang orang Yahudi bani Nadlir itu menjawab : "Kami akan melakukan apa yang engkau inginkan, wahai Abul Qosim (Rasulullah)." Kemudian sebagian kaum Yahudi itu berbisik bisik kepada yang lain merencanakan pengkhiantan. Amir bin Jihasy an Nadhary berkata : " Aku akan naik ke bagian atas rumah, kemudian menjatuhkan batu besar kepadanya." Waktu itu Rasulullah sedang berdiri di samping salah satu rumah mereka.
Ibnu Sa'ad selanjutnya menambahkan bahwa Salam bin Masykam ( salah seorang Yahudi bani Nadlir) berkata kepada mereka: "Janganlah kalian melakukannya ! Demi Allah, dia (Muhammad) pasti akan diberitahu tentang apa yang kalian rencanakan. Sesungguhnya perbuatan itu merupakan pelanggaran terhdap perjanjian antara kita dengan dia (Muhammad saw)."
Setelah dapat kabar tentang pengkhianatan itu, Rasulullah saw dengan cepat bergerak , seolah olah ada suatu keperluan, menuju ke Madinah dengan diikuti oleh para sahabatnya. Para sahabat berkata: " Engkau berangkat sedangkan kami tidak menyadari." Nabi saw menjawab :" orang Yahudi itu merencanakan pengkhianatan, lalu Allah mengabarkan hal itu kepadaku maka aku segera berangkat."
Kemudian Rasulullah saw mengutus seorang utusan kepada mereka untuk menyampaikan pesan: " Keluarlah kalian dari negeriku karena kalian telah merencanakan pengkhianatan. Aku beri tempo 10 hari. Kalau setelah itu masih ada yang terlihat , akan kupenggal batang lehernya."
Orang orang Yahudi itu pun bersiap siap keluar tetapi Abdullah bin Ubay bin Salul mengirimkan seorang utusan untuk menyampaikan pesan kepada mereka: "Janganlah kalian meninggalkan rumah rumah kalian , tinggallah di benteng kalian, karena kami bersama 2000 orang akan membela kalian."
Kemudian orang orang Yahudi itu membatalkan rencana keluar mereka dan bertekad untuk bertahan di benteng benteng mereka. Lalu Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk memerangi mereka.
Akhirnya Rasulullah saw bergerak mendatangi mereka sementara itu mereka bertahan di benteng benteng mereka dengan menggunakan senjata panah dan batu.
Dalam pada itu Abdullah bin Ubay ternyata mengkhianati mereka. Lalu Rasulullah mengepung mereka dan memerintahkan supaya semua ladang kurma mereka dibabat habis.Berkenan dengan hal itu maka Allah menurunkan firman Nya
"Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang orang kafir) atau yang kamu biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya maka semua itu adalah atas izin Allah SWT, dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang orang fasik." (Qs59/al-Hasyr :51)
Setelah itu mereka menyerah kepada Rasulullah saw bersedia meninggalkan kota Madinah sebagaimana yang diinginkan beliau. Tetapi Rasulullah saw menjawab : " Sekarang aku tidak menerimanya kecuali jika kalian keluar dengan dengan darah darah kalian saja. Kalian boleh membawa harta yang dapat dibawa oleh unta, kecuali senjata."
Akhirnya mereka menerima keputusan itu dan keluar dengan membawa harta yang dapat diangkut oleh unta mereka.
Ibnu Hisyam berkata: Sebagian mereka ada yang mencopoti peralatan rumah mereka dibawa keluar Medinah. Mereka mengungsi antara ke Khaibar dan Syam. Di antara orang orang Yahudi itu hanya ada dua orang yang masuk Islam yaitu Yamin bin Umair bin Ka'ab anak paman Amer bin Jihasy dan Abu Sa'ad bin Wahab, kedua orang ini mendapatkan kembali hartanya.
Rasulullah saw membagi harta bani Nadlir ini kepada kaum Muhajirin saja tanpa orang orang Anshar, kecuali dua orang Anshar yang dikenal sangat miskin yaitu Sahal bin Hanif, Abu Dujanah Sammak bin Kharsyah.
Sebelumnya harta bani Nadlir ini sepenuhnya milik Rasulullah saw.
Al Baladziry menyebutkan di dalam Futuhu'l Buldan, bahwa Rasulullah saw bercocok tanam di bawah pohon pohon kurma di tanah mereka, kemudian hasilnya disimpan untuk makanan keluarga dan istrinya selama setahun dan sisanya untuk keperluan senjata dan kenderaan.
Berkenaan dengan Bani Nadlir, Allah swt menurunkan surat Al Hasyr, dan sebagai komentar taerhadap kebijaksanaan Rasulullah saw dalam membagi harta Bani Nadlir, turunlah firman Allah pada surat Al Hasyr ayat 5 dan 6.
Diambil dari buku Sirah Nabawiyah
karya : DR Muhammad Sa'id Ramadhan al Buthy
diterbitkan oleh : Robbani Pers Jakarta
diterjemahkan oleh : Aunur Rafiq Shaleh Tamhid
Ibnu Sa'ad selanjutnya menambahkan bahwa Salam bin Masykam ( salah seorang Yahudi bani Nadlir) berkata kepada mereka: "Janganlah kalian melakukannya ! Demi Allah, dia (Muhammad) pasti akan diberitahu tentang apa yang kalian rencanakan. Sesungguhnya perbuatan itu merupakan pelanggaran terhdap perjanjian antara kita dengan dia (Muhammad saw)."
Setelah dapat kabar tentang pengkhianatan itu, Rasulullah saw dengan cepat bergerak , seolah olah ada suatu keperluan, menuju ke Madinah dengan diikuti oleh para sahabatnya. Para sahabat berkata: " Engkau berangkat sedangkan kami tidak menyadari." Nabi saw menjawab :" orang Yahudi itu merencanakan pengkhianatan, lalu Allah mengabarkan hal itu kepadaku maka aku segera berangkat."
Kemudian Rasulullah saw mengutus seorang utusan kepada mereka untuk menyampaikan pesan: " Keluarlah kalian dari negeriku karena kalian telah merencanakan pengkhianatan. Aku beri tempo 10 hari. Kalau setelah itu masih ada yang terlihat , akan kupenggal batang lehernya."
Orang orang Yahudi itu pun bersiap siap keluar tetapi Abdullah bin Ubay bin Salul mengirimkan seorang utusan untuk menyampaikan pesan kepada mereka: "Janganlah kalian meninggalkan rumah rumah kalian , tinggallah di benteng kalian, karena kami bersama 2000 orang akan membela kalian."
Kemudian orang orang Yahudi itu membatalkan rencana keluar mereka dan bertekad untuk bertahan di benteng benteng mereka. Lalu Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk memerangi mereka.
Akhirnya Rasulullah saw bergerak mendatangi mereka sementara itu mereka bertahan di benteng benteng mereka dengan menggunakan senjata panah dan batu.
Dalam pada itu Abdullah bin Ubay ternyata mengkhianati mereka. Lalu Rasulullah mengepung mereka dan memerintahkan supaya semua ladang kurma mereka dibabat habis.Berkenan dengan hal itu maka Allah menurunkan firman Nya
"Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang orang kafir) atau yang kamu biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya maka semua itu adalah atas izin Allah SWT, dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang orang fasik." (Qs59/al-Hasyr :51)
Setelah itu mereka menyerah kepada Rasulullah saw bersedia meninggalkan kota Madinah sebagaimana yang diinginkan beliau. Tetapi Rasulullah saw menjawab : " Sekarang aku tidak menerimanya kecuali jika kalian keluar dengan dengan darah darah kalian saja. Kalian boleh membawa harta yang dapat dibawa oleh unta, kecuali senjata."
Akhirnya mereka menerima keputusan itu dan keluar dengan membawa harta yang dapat diangkut oleh unta mereka.
Ibnu Hisyam berkata: Sebagian mereka ada yang mencopoti peralatan rumah mereka dibawa keluar Medinah. Mereka mengungsi antara ke Khaibar dan Syam. Di antara orang orang Yahudi itu hanya ada dua orang yang masuk Islam yaitu Yamin bin Umair bin Ka'ab anak paman Amer bin Jihasy dan Abu Sa'ad bin Wahab, kedua orang ini mendapatkan kembali hartanya.
Rasulullah saw membagi harta bani Nadlir ini kepada kaum Muhajirin saja tanpa orang orang Anshar, kecuali dua orang Anshar yang dikenal sangat miskin yaitu Sahal bin Hanif, Abu Dujanah Sammak bin Kharsyah.
Sebelumnya harta bani Nadlir ini sepenuhnya milik Rasulullah saw.
Al Baladziry menyebutkan di dalam Futuhu'l Buldan, bahwa Rasulullah saw bercocok tanam di bawah pohon pohon kurma di tanah mereka, kemudian hasilnya disimpan untuk makanan keluarga dan istrinya selama setahun dan sisanya untuk keperluan senjata dan kenderaan.
Berkenaan dengan Bani Nadlir, Allah swt menurunkan surat Al Hasyr, dan sebagai komentar taerhadap kebijaksanaan Rasulullah saw dalam membagi harta Bani Nadlir, turunlah firman Allah pada surat Al Hasyr ayat 5 dan 6.
Ibrah (pelajaran)
Ini merupakan bentuk ke dua dari watak pengkhianatan yang melekat pada jiwa orang orang Yahudi, yang sebelumnya dilakukan oleh Yahudi bani Qoinuqo'.
Inilah rahasia dari pelaknatan Allah kepada mereka yang diabadikan dalam firman-Nya
"Telah dilaknat orang orang kafir dari Bani Israel melalui lisan Daud dab Isa putera Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas." (Qs al Maidah ayat 78)
Diambil dari buku Sirah Nabawiyah
karya : DR Muhammad Sa'id Ramadhan al Buthy
diterbitkan oleh : Robbani Pers Jakarta
diterjemahkan oleh : Aunur Rafiq Shaleh Tamhid
Langganan:
Postingan (Atom)